Yesaya 30:15-18
" Sebab beginilah firman Tuhan Allah, Yang mahakudus, Allah israel : "Dengan bertobat dan tinggal diam kamu akan diselamatkan, dalam tinggal tenang dan percaya terletak kekuatanmu"Tetapi kamu enggan" (ay.15)
Dalam keadaan terjepit, terancam atau mengalami persoalan yang berat, sering kita mengalihkan perhatian kita pada kekuatan manusia dan mengabaikan Tuhan. Begitulah sikap Yehuda ketika mengalami kritis. Mereka mencari segala upaya sendiri dan menyandarkan diri kepada Mesir. Mereka lebih suka mengandalkan kereta perang dan kuda-kuda Mesir. Semua itu adalah alat-alat perang yang ampuh dan dibanggakan oleh tentara Mesir (Kel 14:6; 15:1; 2 Taw 12:3; Yer 46:4,9). Nabi menyatakan bahwa perhitungan mereka akan melesetb"karena pengejarmu lebih tangkas" (ay.16). Mereka akan dikecewakan menghadapi musuh yang kuat dan besar dari Asyur yang digambarkan dengan perbedaan yang mencolok, bahwa seribu orang akan melarikan diri terhadap seorang musuh (ay.17). Hal ini ingin mengingatka mereka bahwa tidak ada yang bisa diandalkan dari kekuatan manusia. Yang akan mereka yaitu TUHAN, lebih kuat dan tangkas.Satu-satunya cara agar kekuatan dan keselamatan mereka dipulihkan adlah bertobat dan tinggal diam, tenang serta percaya bahwa akan ada saatnya Tuhan menunjukan kaih setiaNya kepada mereka (ay.15,18). Sabarlam menantikan-nantikan pertolongan dari Tuhan. Memang menantikan itu pekerjaan yang tidak menyenagkan, apalagi menanti dengan waktu yang cukup lama. Terkdang kita tidak sadar, maunya instan dan cepat sehingga kita mencari jalan pintas. Ada saatnya Tuhan inginkan agar kita berdiam diri. Seperti ketika bangsa Israel keluar dari Mesir. Bayangkan saja, didepan laut Teberau, dibelakang ada pasukan Mesir. Ibaratnya maju kena mundur kena. Tetapi Tuhan berfirman "Kamu diam saja Aku yang akan berperang untuk kamu" (kel 14:14)
Tidak mudah memang menantikan waktu Tuhan, apalagi saat kenyataan yang ada disekitar kita seperti akan menghancurkan hidup dan masa depan kita. Firman-Nya "berbahagialah orang yang menanti-nantikan Dia" (ay. 18b), karena pertolongan Tuhan itu tidak pernah terlambat bagi orang-orang yang berseru-seru kepada-Nya dan menantikan-Nya dengan setia.
Sabda Bina Umat GPIB
Tidak ada komentar:
Posting Komentar