- Tunjukan kepedulian yang tulus : Persahabatan yang sejati sangat membutuhkan komitmen. Dengan kata lain, seorang sahabat yang baik merasa punya tanggung jawab sebagai sahabat kamu, dan benar-benar perduli terhadap kamu. Tentu, komitmen bersifat dua arah, dan itu memerlukan upaya yang keras dan pengorbanan dari kedua pihak. Namun, pengorbanan itu pasti membuahkan hasil. Tanyai hati kamu 'Apakah aku rela memberikan diri, waktu dan hal lain yang aku miliki demi sahabatku?' Ingatlah untuk mendapat sahabat yang baik, kamu sendiri perlu menjadi sahabat yang baik.
Alkitab mengatakan "Sebagaimana kamu ingin orang lakukan kepadamu, lakukan juga demikian kepada mereka. Praktekanlah hal memberi maka kamu akan diberi." (Lukas 6:31, 38). Ayat ini kita bisa mengetahui bahwa Yesus menasehati kita untuk bermurah hati dan tidak mementingkan diri sendiri. Dengan bermurah hati kita bisa memupuk persahabatan . - Jadilah teman bicara yang baik : Persahabatan yang baik tidak bisa tumbuh tanpa ada komunikasi yang rutin. Maka, kita perlu berbagi tentang cerita tentang hal-hal yang sama-sama disukai. Dengarkan apa yang sahabat kita katakan, dan hargai pendapatnya. Kalau cocok, pujilah dia berilah dia semangat. Terkadang, kita perlu juga menegur atau bahkan menasehati sahabat kita, dan itu memang tidak mudah. Tetapi seorang sahabat yang setia akan berani memberi tahu kesalahan serius sahabatnya dan memberi nasihat dengan hati-hati.
Alkitab mengatakan "Setiap orang harus cepat mendengar, lambat berbicara, lambat murka." (Yakobus 1:19) Sahabat-sahabat yang baik akan saling mendengarkan. kalau kita terus yang berbicara, kita seolah-olah bahwa pendapat kitalah yang paling penting. Maka perhatikanlah baik-baik saat sahabat kita sedang menceritakan isi hati dan perasaannya. Dan jangan tersinggung kalau dia berterus terang dengan kamu. "Luka-luka yang ditimbulkan oleh seorang yang mengasihi adalah setia," kata Amsal 27:6. - Jangan menuntut kesempurnaan : Semakin akrab kita dengan seorang sahabat, semakin jelas kita melihat kelemahannya. Teman kita memang tidak sempurna, tapi kita juga sama. Karna itu kita tidak boleh mengharapkan atau menuntut kesempurnan dari sahabat kita. Sebaliknya, kita menghargai kelebihan mereka dan memaklumi kesalahannya.
Alkitab mengatakan "Kita semua sering kali tersandung dalam perkataan, ia adalah manusia sempurna, juga sanggup mengekang seluruh tubuhnya. (Yakobus 3:2) Kalau kita sadar akan kebenaran sederhana ini, kita bisa lebih memaklumi sahabat kita. Selanjutnya, itu akan membuat kita mengabaikan kekurangan dan kesalahan kecil yang tidak kita sukai. "Teruslah bersabar seorang terhadap yang lain dan ampuni satu sama lain dengan lapangan hati jika ada yang mempunyai alasan untuk mengeluh sehubungan dengan orang lain.
...Tetapi selain semua perkara ini kenakanlah kasih, sebab itu adalah ikatanpemersatu yang sempurna."-Kolose 3:13-14. - Perluaslah pergaulan : Memang benar, kita perlu berhati-hati memilih teman. Tetapi itu tidak berarti kita berteman dengan yang seumur atau yang memiliki latar belakang tertentu. Jika kita juga berteman dengan orang dari segala usia, budaya dan kebangsaan, wawasan kita akan semakin luas.
Alkitab mengatakan "Maka sebagai balasan-aku berbicara seperti kepada anak-anak kamu juga, bukalah dirimu lebar-lebar." (2 Korintus 6:13) Alkitab menasehati kita untuk berteman dengan berbagai macam orang. Kalau kamu membuka diri dan mempunyai teman dari berbagai macam latar belakang, hidup kamu akan lebih berwarna, dan kamupun akan disayangi.
"dikutip dari Sedarlah"
Tidak ada komentar:
Posting Komentar